Mitos Seputar Jerawat

6 Mitos Seputar Jerawat Yang Perlu Diketahui

Posted on

Mitos Seputar Jerawat – Jerawat merupakan masalah yang kerap melanda setiap remaja diseluruh belahan penjuru dunia. Seringkali, jerawat mulai muncul pada awal atau pertengahan pubertas yaitu sejak usia 10 tahun ketika hormon seksual mulai meningkat. Jerawat menyerang tanpa memandang jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Cuaca panas terkadang memperburuk keadaan karena menyebabkan kulit lebih berminyak.

6 Mitos Seputar Jerawat Yang Perlu Diketahui

1. Jerawat disebabkan kulit kotor atau tidak dicuci bersih.

Jerawat tidak terjadi akibat kulit kotor. Sebaliknya, ia disebabkan produksi berlebihan kelenjar minyak dan akumulasi sel kulit mati, sebum (minyak) serta bakteri yang menyebabkan peradangan di dalam poripori kulit.

2. Frekuensi mencuci muka mengurangi potensi munculnya jerawat.

Meskipun mencuci wajah dapat menghilangkan kotoran dan minyak dari kulit, frekuensi mencuci akan membuat radang dan kulit kering. Fenomena ini juga bisa memicu jerawat. Penggunaan scrub (lulur) akan memperburuk keadaan karena kulit berpotensi mudah radang dan terluka.

Anda seharusnya menggunakan pencuci sederhana (mild) melalui gerakan memutar secara lembut, dua kali sehari dan lap lembut menggunakan handuk bersih. Jika kulit wajah terasa kencang dan kering setelah dicuci, itu menandakan pencuci muka itu terlalu kuat dan tidak sesuai.

3. Memencet jerawat akan cepat menghilangkannya.

Memencet jerawat menyebabkan jerawat kurang terlihat untuk sementara waktu. Namun, proses ini menyebabkan pertumbuhan bakteri, sel kulit mati dan sebum tertolak lebih mendalam ke dalam kulit dan menyebabkan daerah tersebut bengkak dan merah. Ini akan memperlambat proses penyembuhan jerawat dan dapat meninggalkan tanda merah atau coklat serta parut pada kulit. Tanda berwarna ini akan tetap selama beberapa bulan sementara parut pula akan berlangsung selamanya.

4. Jangan memakai bahan rias jika ingin kulit mulus.

Jika menggunakan bahan rias yang tidak comedogenic, bersolek tidak akan menyebabkan jerawat. Berhati-hatilah ketika memilih bahan kosmetik dengan membaca terlebih dulu label pada bahan kosmetiknya.

5. Memakan cokelat atau kacang dan tekanan memicu jerawat.

Penyebab utama jerawat bukan berasal dari makanan. Namun, ada makanan tertentu mungkin memperburuk jerawat. Jika terjadi hal demikian, kurangi konsumsi makanan tersebut. Tekanan tidak memicu jerawat namun dapat meningkatkan produksi sebum, selanjutnya memperburuk kondisi jerawat yang ada.

6. Jerawat adalah bagian dari sinus

Maka dari itu hindari makanan penyebab “gatal” seperti belacan dan sebagainya. Ini tidak benar karena sinus diistilahkan sebagai sejenis penyakit alergi. Jerawat bukan disebabkan alergi.

Pentingnya mengobati jerawat dengan benar tidak bisa dipandang remeh karena keterlambatan merawat atau kesalahan pengambilan obat dapat menyebabkan bekas yang bersifat permanen, selanjutnya mengganggu emosi dan penampilan diri remaja yang memang sangat sensitif dengan penampilan.

Itulah beberapa mitos tentang jerawat, selalu jaga penampilan anda dengan menerapkan pola hidup sehat pada diri dan badan masing-masing